Dalam sunyi lapar dan dahaga
Kita belajar menundukkan rasa
Agar hati kembali bernyawa
Di sebalik letih menahan diri
Ada cahaya yang memimpin Nurani
Bukan sekadar menahan lapar
Tapi mendidik jiwa agar sabar
Jika dulu kita bicara
Kini saatnya kita merasa
Jika dulu kita menyeru
Kini saatnya kita menyentuh
Lembutkan hati seorang da’i
Agar dakwahnya sampai ke hati
Bukan dengan suara tinggi
Tapi empati yang mengerti
Ramadan mengajar erti
Tegas prinsip, santun budi
Dekat pada Tuhan yang Maha Tinggi
Dekat juga pada insan di sisi
Bukan pentas yang kita cari
Bukan sorakan yang dinanti
Cukuplah satu jiwa difahami
Lebih bererti dari seribu janji
Satu ziarah tanpa agenda
Satu panggilan penuh makna
Kadang insan hanya meminta
Didengar tanpa dihukum dosa
Tanpa empati dakwah jadi keras
Tanpa dakwah jiwa jadi lemas
Ramadan satukan keduanya
Dalam taqwa yang membina rasa
Jika kita ingin perubahan
Mulakan dengan sentuhan
Kerana hati yang dilembutkan
Mampu mengubah seluruh zaman
Lembutkan hati seorang da’i
Agar gerakannya hidup Kembali
Bukan sekadar angka dan janji
Tapi jiwa yang benar peduli
Ramadan bulan membina diri
Menyusun langkah, menyuci hati
Dari diri lahir empati
Dari empati bangkit dakwah sejati
Ramadan bukan sekadar puasa
Ia madrasah membina rasa
Andai hati benar terjaga
Dakwah pun hidup selamanya
(kamzyghebat)

No comments:
Post a Comment